KARAKTERISASI MORFOLOGIS ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK DARI SUMBER AIR PANAS PINCARA

  • Pauline Destinugrainy Kasi Universitas Cokroaminoto Palopo
Keywords: bakteri termofilik, air panas Pincara, karakterisisasi, morfologi

Abstract

Sumber air panas merupakan salah satu habitat alami dari bakteri termofilik. Bakteri termofilik adalah kelompok bakteri yang mampu tumbuh pada suhu lingkungan yang tinggi, berkisar antara 45°-90°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan karakterisasi morfologi isolat bakteri termofilik yang dapat diisolasi dari sumber air panas Pincara. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptf eksploratif, dengan mengambil sampel pada sumber air panas Pincara. Isolasi dan karakterisasi morfologis dilakukan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolat dikulturkan pada medium Luriah Bertani Agar (LBA) dan diinkubasi pada suhu ±50ºC selama 3x24 jam. Sebanyak 3 isolat murni bakteri termofilik ditemukan dengan karakteristik bervariasi. Semua isolat bakteri merupakan bakteri Gram positif dan berbentuk basil. Isolat P1 memiliki karakteristik morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk circular, tepi entire, dan elevasi convex. Isolat P2 memiliki karakteristik morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk circular, tepi entire, dan elevasi flat. Sedangkan isolat P3 memiliki karakterisasi morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk irreguler, tepi undulate, dan elevasi flat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aanniz, T., Ouadghiri, M., Melloul, M., Swings, J., Elfahime, E., Ibijbijen, J., … Amar, M. (2015). Thermophilic bacteria in Moroccan hot springs, salt marshes and desert soils. Brazilian Journal of Microbiology, 46(2), 443–453. https://doi.org/10.1590/S1517-838246220140219
Alam, M. S., Sarjono, P. R., & Aminin, A. L. N. (2013). Isolasi dan karakterisasi selulase dari bakteri selulolitik termofilik kompos pertanian Desa Bayat, Klaten, Jawa Barat. Jurnal Sains Dan Matematika., 21(2) : 48-53
Brock, T. D. (1978). Thermophilic Microorganisms and Life at High Temperatures. (M. P. Starr, Ed.) (1 st). USA: Springer-Verlag.
Connor, N., Sikorski, J., Rooney, A. P., Kopac, S., Koeppel, A. F., Burger, A., … Cohan, F. M. (2010). Ecology of speciation in the genus Bacillus. Applied and Environmental Microbiology, 76(5), 1349–1358. https://doi.org/10.1128/AEM.01988-09
Fitriani, A., Supriyanti, F. M. T., & Heryanto, T. E. (2013). Penentuan Aktivitas Amilase Kasar Termofil Bacillus subtilis Isolat Kawah Gunung Darajat Garut. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 15(2), 107–113.
Mahmudah, R., Baharuddin, M., & Sappewali. (2016). Identifikasi isolat bakteri termofilik dari sumber air panas Lejja, Kabupaten Soppeng. Al-Kimia, 4(1), 31–42.
Muharni, Juswardi, & Prihandayani, I. (2013). Penghasil Protease Dari Sumber Air Panas Tanjung Sakti Lahat Sumatera Selatan. In Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung (pp. 139–144). Lampung: Fakultas MIPA Univeristas Lampung.
Natsir, N. A. N., Natsir, H., & Dali, S. (2014). Eksplorasi dan karakterisasi bakteri termofil penghasil enzim amilase dari sumber air panas Panggo, Sulawesi Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Biokimia UIN SYarif Hidayatullah Jakarta (pp. 72–81). Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Noll, K. M. (2013). Thermophilic Bacteria. Brenner’s Encyclopedia of Genetics: Second Edition, IV(4), 63–65. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-374984-0.01535-7
Nuritasari, D., Sarjono, P. R., & Aminin, A. L. N. (2017). Isolasi bakteri termofilik sumber air panas Gedongsongo dengan media pengaya MB (Minimal Broth) dan TS (Taoge Sukrosa) serta identifikasi fenotip dan genotip. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 20(2), 84–91.
Posumah, D., & Rondonuwu, D. A. (2018). Isolasi dan identifikasi bakteri termofilik pereduksi sulfat di Air Panas Sarongsong Kota Tomohon. Jurnal Biota, 4(1), 36–40. https://doi.org/10.19109/biota.v4i1.1654
Sari, U. M., Agustien, A., & Nurmiati. (2012). Penapisan dan karakterisasi bakteri selulolitik termofilik sumber air panas Sungai Medang Kerinci Jambi. Jurnal Biologi Andalas, 1(2), 166–171.
Sumardi, E., & Sundhoro, H. (2005). Geologi Daerah Pincara, Masamba, Kabupaten Luwuk Utara, Sulawesi Selatan. Pemaparan Hasil Kegiatan Lapangan Subdit Panas Bumi 2005.
Suryani, Ambarsari, L., & Harahap, E. S. (2015). Amplifikasi gen 16S rRNA bakteri termofilik dari sumber air panas Gunung Pancar Bogor. Jurnal Riset Kimia, 3(1), 83–89. https://doi.org/10.25077/jrk.v3i1.97
Tuntun, M., & Huda, M. (2010). Isolasi dan identifikasi bakteri termofilik dari sumber air panas Way Panas Bumi Natar Lampung Selatan. Jurnal Analis Kesehatan, 3(1), 297–304.
Wahyuna, D., Agustien, A., & Periadnadi. (2012). Isolasi dan karakterisasi bakteri termo-proteolitik sumber air panas Sungai Medang, SUngai Penuh, Jambi. Jurnal Biologi Andalas, 1(2), 93–98.
Published
2021-03-02